Peluncuran Roket Terbaru SpaceX Gagal: Apa Yang Harus Diperbaiki untuk Misi Berikutnya?

0 2

SpaceX – SpaceX meluncurkan roket terkuat di dunia, Starship, minggu lalu. Meskipun penerbangan uji coba gagal, roket ini terbang sejauh 25 mil sebelum meledak. Walaupun terjadi kerusakan pada peluncur, SpaceX menyatakan bahwa penerbangan itu adalah keberhasilan karena roket berhasil terbang. Namun, foto-foto yang dirilis setelah peluncuran menunjukkan kerusakan yang lebih besar dari yang diperkirakan. Selain itu, ada juga keluhan dari penduduk sekitar yang mengatakan bahwa lingkungan sekitar peluncuran mengalami kerusakan. Starship saat ini ditunda hingga Federal Aviation Administration (FAA) menyelesaikan penyelidikan insiden tersebut. Kejadian tersebut juga dapat memengaruhi keselamatan publik pada peluncuran berikutnya. Ada beberapa spekulasi yang mengatakan bahwa Starship terlalu terburu-buru diluncurkan tanpa memeriksa kesiapan peluncur. SpaceX juga harus menginstal plat baja di pad peluncur sebelum mencoba peluncuran berikutnya. FAA juga harus menyelesaikan investigasi mishap terkait peluncuran. Ada kemungkinan bahwa materi dari kehancuran peluncur, yang disebut ejecta, bisa merusak mesin-mesin Starship.

Penerbangan uji coba tersebut memang dianggap sebagai sukses meskipun terjadi ledakan, karena roket berhasil mencapai ketinggian sekitar 25 mil setelah sekitar empat menit lepas landas. Namun, foto-foto berikutnya dari landasan peluncuran di fasilitas Starbase di Boca Chica, Texas, menunjukkan kerusakan yang signifikan, jauh melampaui ekspektasi.

Selain kerusakan pada landasan peluncuran, yang dapat berpotensi menyebabkan kegagalan pada beberapa mesin roket, penduduk setempat dan aktivis lingkungan juga mengeluh tentang kerusakan lingkungan di sekitar area tersebut. Starship sekarang terpaksa ditunda hingga Federal Aviation Administration (FAA) dapat melakukan investigasi terhadap insiden tersebut.

Kerusakan yang terjadi jauh melampaui ekspektasi. Kegagalan landasan peluncuran ini “sangat merugikan,” menurut Phil Metzger, seorang ilmuwan planet di University of Central Florida yang telah bekerja pada penelitian landasan peluncuran untuk NASA. Gambar-gambar dari fasilitas tersebut yang diambil setelah peluncuran menunjukkan struktur hitam, beberapa bagian beton yang hilang, dan sebuah lubang besar di tanah. Kerusakan landasan peluncuran menghasilkan awan debu dan puing yang tersebar dari fasilitas, termasuk beberapa yang menimpa setidaknya satu kendaraan di dekatnya.

Baca Juga:  Mengenal Bitcoin: Mata Uang Digital yang Merevolusi Sistem Keuangan Global

“Landasan peluncuran sama rumitnya dengan roket,” kata Metzger kepada The Verge. Masalah di Boca Chica adalah bahan beton yang membentuk landasan peluncuran, yang disebut Fondag, retak akibat panas dan tekanan dari mesin roket yang dinyalakan. Gas yang keluar dari mesin kemudian masuk ke retakan pada tekanan tinggi dan memecahkannya lebih lanjut, mengikis material dari landasan peluncuran.

Bagian material terlempar tinggi ke udara, dengan puing menimpa setidaknya satu mobil di dekat landasan peluncuran. Meskipun terdengar seperti bencana, ini sebenarnya masih masuk dalam zona bahaya yang diketahui dari roket, yang disebut zona bahaya, yaitu area di sepanjang jalur penerbangan roket yang dibersihkan untuk keamanan.

Jadi puing yang menimpa mobil dalam zona ini “tidak gila – itu dapat diterima,” kata Metzger. “Anda tidak ingin itu terjadi, tapi itulah sebabnya Anda memiliki zona bahaya ledakan.” Tidak ada yang terluka selama peluncuran, dan FAA mengkonfirmasi bahwa mereka tidak menerima laporan kerusakan properti publik.

Masalahnya adalah bahwa landasan peluncuran yang hancur menyebabkan tanah di bawah beton tergerus, memunculkan banyak debu yang meluas sekitar beberapa mil dari lokasi peluncuran. Debu ini dapat menjadi masalah serius bagi komunitas di dekatnya karena dapat berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan setempat.

Untuk mengatasi masalah ini, CEO SpaceX Elon Musk menyatakan bahwa mereka akan melakukan perbaikan pada kapsul Crew Dragon serta meningkatkan keamanan selama peluncuran. Selain itu, mereka juga akan terus berkolaborasi dengan NASA dalam memperbaiki prosedur dan sistem keselamatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di masa depan. Musk juga menekankan pentingnya tes dan evaluasi yang cermat sebelum peluncuran dilakukan. Dengan tindakan-tindakan ini, SpaceX berharap dapat memastikan keselamatan awak dan sukses dalam misi antariksa mereka di masa depan.

Baca Juga:  Pendaftaran Kartu Prakerja 2023: Menjadi Lebih Terampil dan Mandiri
Leave A Reply

Your email address will not be published.