Apa yang dimaksud dengan Disruptif

0 5

RUANGCAHAYA.COM – Disruptif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang merombak atau merusak struktur yang ada. Istilah ini sering digunakan dalam konteks bisnis untuk menggambarkan cara sesuatu yang baru atau inovatif dapat merubah cara orang berpikir tentang sebuah industri atau bisnis, atau membuat industri atau bisnis yang ada tidak relevan lagi. Disruptif juga dapat digunakan untuk menggambarkan cara sesuatu yang baru atau inovatif dapat merubah cara orang melakukan sesuatu, atau membuat cara yang ada tidak relevan lagi.

Baca juga:
Apa yang dimaksud dengan Teknologi Disruptif
Apa yang dimaksud dengan Inovasi Disruptif

Apa contoh Disruptif?

Contoh yang dapat diberikan untuk sesuatu yang disruptif adalah:

Uber

Aplikasi transportasi yang mengubah cara orang menggunakan transportasi umum, membuat taksi tidak relevan lagi di beberapa kota.

Netflix

Layanan streaming video yang merombak cara orang menonton film dan acara televisi, membuat layanan televisi kabel tidak relevan lagi di beberapa tempat.

Amazon

Toko online yang merubah cara orang membeli barang, membuat toko-toko kecil tidak relevan lagi di beberapa daerah.

Apple iPod

Perangkat MP3 portabel yang merombak cara orang mendengarkan musik, membuat CD tidak relevan lagi di beberapa tempat.

Bitcoin

Mata uang digital yang merubah cara orang membayar untuk sesuatu, membuat sistem pembayaran tradisional tidak relevan lagi di beberapa tempat.

Baca Juga:  Google Chrome akan menghentikan dukungan untuk Windows 7 tahun depan

Ini hanyalah beberapa contoh, tetapi ada banyak contoh lain dari sesuatu yang disruptif di berbagai bidang.

Apa saja ciri-ciri era Disruptif?

Era Disruptif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode di mana terjadi perubahan besar dan radikal dalam sektor atau industri tertentu.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang umum terjadi pada era Disruptif:

  1. Ada inovasi baru yang muncul dan memiliki potensi untuk merubah cara orang bekerja atau berinteraksi.
  2. Perubahan terjadi dengan cepat, dan seringkali muncul secara tiba-tiba.
  3. Perubahan ini seringkali diikuti oleh pertumbuhan bisnis yang cepat dan signifikan.
  4. Ada perubahan struktur pasar, dengan munculnya pesaing baru yang mengubah cara bisnis yang sudah ada.
  5. Ada pergeseran dari model bisnis yang sudah ada ke model bisnis yang lebih inovatif.
  6. Ada perubahan dalam cara orang berpikir tentang sektor atau industri tertentu, dan seringkali muncul ide-ide baru yang mengubah cara orang berpikir tentang bagaimana sebuah bisnis harus dijalankan.

Bagaimana cara menghadapi era Disruptif?

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi era Disruptif:

  1. Tetap terbuka terhadap perubahan. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan belajar dari pengalaman.
  2. Selalu update dengan perkembangan terbaru dalam industri Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi dan membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.
  3. Mulailah berpikir secara inovatif. Carilah cara-cara baru untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan efisiensi bisnis Anda.
  4. Temukan cara untuk terus bersaing. Ini bisa dilakukan dengan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang Anda tawarkan, atau dengan menawarkan harga yang kompetitif.
  5. Bangun tim yang solid. Tim yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan yang beragam akan membantu Anda menghadapi era Disruptif dengan lebih baik.
  6. Diversifikasi bisnis Anda. Ini akan membantu Anda tetap stabil meskipun ada perubahan dalam industri Anda.
  7. Jangan takut untuk mengambil risiko. Era Disruptif seringkali diikuti oleh peluang-peluang bisnis yang menarik, jadi jangan takut untuk mengambil risiko dan mengeksplorasi peluang tersebut.
Baca Juga:  Penyaluran Bansos BPNT dan PKH Tahun 2023 Melalui 83 Kantor Pos: Simak 3 Alur Penyalurannya

Apa makna dari era Disruptif dan berikan contoh?

Era Disruptif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode di mana terjadi perubahan besar dan radikal dalam sektor atau industri tertentu. Perubahan ini seringkali diikuti oleh pertumbuhan bisnis yang cepat dan signifikan, serta pergeseran dari model bisnis yang sudah ada ke model bisnis yang lebih inovatif.

Contoh dari era Disruptif adalah perubahan yang terjadi di industri teknologi informasi. Sebelum era Disruptif, orang-orang menggunakan komputer yang besar dan mahal untuk menyimpan dan mengolah data. Namun, dengan munculnya perangkat seperti laptop dan smartphone, orang dapat menyimpan dan mengolah data dengan lebih mudah dan terjangkau. Ini merupakan contoh bagaimana inovasi baru dapat merubah cara orang bekerja dan berinteraksi, serta mengakibatkan perubahan struktur pasar dengan munculnya pesaing baru yang mengubah cara bisnis yang sudah ada.

Sudah mulai fafam, semoga artikel ini menabah wawasan anda. Jangan lupa share kepada orang lain!

Leave A Reply

Your email address will not be published.