Sejarah YouTube: Dari Awal Mula Hingga Diakuisisi Google di Puncak Popularitasnya

0 14

RuangcahayacomYouTube merupakan platform berbagi video daring yang paling populer di dunia saat ini. Namun, tahukah Anda bagaimana YouTube bermula dan bagaimana ia menjadi milik Google? Mari kita telusuri sejarah YouTube dan bagaimana Google mengakuisisinya.

Mula-mula, YouTube didirikan oleh tiga orang pendiri, yaitu Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Mereka bertemu saat bekerja di PayPal dan merasa frustasi dengan sulitnya berbagi video pada tahun 2005. Oleh karena itu, mereka menciptakan platform berbagi video daring yang mereka beri nama YouTube pada Februari 2005.

Pada awalnya, YouTube tidak mendapatkan banyak perhatian dari publik. Namun, pada musim panas 2006, YouTube mulai meroket dan menjadi sangat populer. Alasan utama popularitas YouTube adalah mudahnya penggunaan dan aksesibilitasnya. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah berbagi video dengan orang lain dan platform ini memungkinkan siapa saja untuk membuat akun dan mengunggah video.

Pada tahun 2006, YouTube mencatat lebih dari 65.000 video yang diunggah setiap hari dan 100 juta video yang ditonton setiap hari. Popularitas ini menarik perhatian Google dan mereka mulai mempertimbangkan untuk mengakuisisi YouTube.

Pada November 2006, Google mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk membeli YouTube seharga 1,65 miliar dolar AS dalam bentuk saham. Ini merupakan salah satu akuisisi terbesar yang pernah dilakukan oleh Google.

Setelah diakuisisi oleh Google, YouTube terus berkembang dan menjadi platform berbagi video terbesar dan paling populer di dunia. Google mengintegrasikan YouTube ke dalam platform mereka dan memungkinkan pengguna Google untuk masuk ke YouTube dengan akun Google mereka. Selain itu, Google juga mengintegrasikan iklan ke dalam platform dan ini membantu YouTube untuk menghasilkan pendapatan.

Baca Juga:  Pendaftaran Kartu Prakerja 2023: Menjadi Lebih Terampil dan Mandiri

Sejak diakuisisi oleh Google, YouTube terus mengalami perkembangan yang signifikan. Pada tahun 2008, YouTube meluncurkan fitur monetisasi dan memungkinkan pembuat konten untuk menghasilkan uang dari video mereka melalui iklan. Pada tahun 2010, YouTube meluncurkan fitur “Partner Program” yang memungkinkan pembuat konten untuk mendapatkan keuntungan dari video mereka yang populer.

Pada tahun 2013, YouTube meluncurkan layanan berbayar mereka yang disebut YouTube Music Key. Layanan ini memberikan akses ke musik tanpa iklan dan fitur tambahan lainnya. Layanan ini kemudian berubah nama menjadi YouTube Red pada tahun 2015 dan kemudian menjadi YouTube Premium pada tahun 2018.

Selama bertahun-tahun, YouTube telah menjadi tempat bagi para pembuat konten untuk mengunggah video mereka dan berinteraksi dengan penggemar mereka. Platform ini telah menjadi rumah bagi jutaan video yang beragam, mulai dari video musik, video game, video tutorial, hingga video kucing lucu.

Namun, YouTube juga menghadapi beberapa masalah selama bertahun-tahun. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh YouTube adalah konten yang tidak pantas atau tidak sesuai. Pada tahun 2017, YouTube dihadapkan pada skandal ketika iklan muncul pada video yang tidak pantas atau kontroversial. Hal ini memicu penarikan iklan oleh beberapa perusahaan besar yang mempengaruhi pendapatan YouTube.

Sejak itu, YouTube telah meningkatkan upaya untuk mengawasi konten dan memastikan bahwa iklan hanya muncul pada video yang sesuai. YouTube juga memperkenalkan kebijakan baru untuk mengurangi penyebaran informasi palsu dan konten yang merugikan.

YouTube juga terus memperbarui platformnya dengan fitur-fitur baru. Pada tahun 2018, YouTube meluncurkan fitur “YouTube Premieres” yang memungkinkan pembuat konten untuk mengadakan pemutaran perdana video mereka secara langsung. Pada tahun yang sama, YouTube juga meluncurkan layanan streaming musik mereka, YouTube Music.

Baca Juga:  Apa yang dimaksud dengan Teknologi Disruptif

Pada tahun 2019, YouTube meluncurkan fitur “Super Chat” yang memungkinkan pengguna untuk membayar agar komentar mereka muncul dengan warna yang mencolok dan bertahan lebih lama selama siaran langsung. YouTube juga meluncurkan fitur “Learning Playlists” yang menyediakan konten pendidikan bagi siswa dan guru.

Selain itu, YouTube juga menjadi rumah bagi para influencer atau pengaruh yang populer di kalangan milenial dan generasi Z. Banyak dari mereka yang sukses dan menghasilkan uang melalui konten YouTube mereka. Beberapa dari mereka bahkan menjadi selebriti di kalangan remaja dan mendapatkan sponsor dari merek-merek besar.

Di Indonesia, YouTube juga sangat populer. Banyak dari selebriti YouTube Indonesia yang sukses dan memiliki pengikut yang besar. Beberapa di antaranya bahkan telah memenangkan penghargaan dan menjadi populer di kalangan pengguna internet Indonesia.

Meskipun YouTube terus menghadapi tantangan dan masalah, namun tidak dapat dipungkiri bahwa YouTube telah menjadi platform berbagi video terbesar dan paling populer di dunia. Sejarah YouTube yang panjang dan penuh perubahan menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menjaga relevansi dan popularitas dalam dunia digital yang terus berkembang pesat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.